Rabu, September 02, 2009

Mengapa Pria Memilih Wanita Nakal

Why do men marry bitches? Why, indeed… (Tentunya “bitches” di sini bukanlah wanita pelacur aka psk). Kalau tidak salah yang lalu ada artikel KoKi yang ditulis Night dan Aimee yang pertanyaannya dan bahasannya seputar kenapa wanita lebih memilih cowok nakal daripada cowok baik-baik. Terus kenapa dong para kaum adam lebih memilih wanita nakal dibanding yang baik-baik en lempeng aja?

Adventure dan adrenalin

Memang perempuan yang binal terkesan tak mudah untuk ditaklukkan. Tantangan. That’s are men made for, yeah. Cewek yang bergaya seperti ini juga biasanya attraktif, sehingga memacu adrenalin para cowok untuk menundukkan dan menaklukkannya. Para pejantan tangguh biasanya tak mendapatkan hal ini dari cewek baik-baik. Cewek baik-baik dididik agar selalu mendahulukan kepentingan orang lain atau orang yang dicintai ketimbang dirinya sendiri. Pengorbanan akan membawa kebahagiaan. Cewek yang lurus-lurus aja terkadang jalan pikirannya bisa ditebak oleh sang cowok. Wanita baik yang dipilihkan orang tua waduh apalagi… nggak jaman deh. Kecuali… di mana-mana memang ada perkecualian tentunya.

Boredom is another issue.

Aku punya seorang teman yang baik dan lurus-lurus aja. Ia mencintai cowoknya dengan sepenuh hati. Ia sediakan waktunya apabila sang cowok berkeluh kesah dan membutuhkannya. Ia sediakan masakan apabila ia sedang rajin (apalagi terpaksa rajin uang anak kos menipis) mengolah masakan. Kalau aku sih mencium baunya yang nggak keruan keknya aku lebih memilih puasa, hehe. Tapi itu bukan bahasan kita sekarang.

Oke, kembali ke laptop, pokoke ia sediakan semua yang ia bisa bagi pada sang cowok. Bahkan kadang-kadang apabila perlu ia juga mencucikan pakaian laundry cowoknya. Ketika keduanya putus, kami yang mengenal keduanya terperangah. Teman-teman si cowok juga ndolongob n binun. Ketika kutanya teman priaku itu, aku memang mengenal keduanya dekat, tapi lebih dekat pada yang pria. Ia menjawab,”Jean, aku bosan. Aku merasa kami terlalu dekat sehingga tidak ada ruang lagi untuk aku bergerak.”

Jangan ucapkan the magic word: menikah

Kata Pernikahan yang didengungkan atawa diucapkan si cewek pada cowok kedengaran seperti petir di siang bolong. Bener nggak sih? Menurut beberapa teman cowok kata ini mungkin terdengar musik mengalun merdu romantis bagi para cewek. Tapi bagi para pejantan tangguh, hal ini turned them off dan mereka pun biasanya mundur dengan teratur. Meskipun kau menginginkannya, hai kaum wanita, jangan mengucapkannya. Biarkanlah cowokmu berpikir itu ide dia. Guide lah si dia ke arah hubungan yang serius menuju jenjang pernikahan. Tapi biarkan cowokmu berpikir itu adalah keputusannya. Hehe serius amat, apakah kalian mengira Jean pakar hal ini? Tentu tidak, aku juga baca dari buku, hasil nyolong-nyolong baca di toko buku. Tentang bagaimana caranya tentunya juga kembali ke kreativitas masing-masing pribadi. Halah.

Antara Benci dan Cinta

Memang batasan antara benci dan cinta amatlah tipis. Sebegitu mudah seseorang jatuh cinta, begitu mudah juga ia membenci. Sedemikian dalam kita mencintai seseorang, sedemikian dalam juga kita membenci apabila dikhianati. Ya, memang benar begitu mudah hati seseorang berubah apabila berkait dengan sesuatu yang tidak diinginkan maupun tak tergapai. Betapa lemah manusia hambamu, ya Tuhan. Maha suci Rabb yang membolak-balikkan hati manusia.

Destiny and each to their own

Kesimpulannya,seseorang berjodoh dengan kaum/group nya sendiri. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji pula, dan wanita yang baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik.”Ann Nur:26. Apabila melihat kasus seperti teman perempuanku di atas, apakah ia tidak bahagia. Mungkin saat itu, tapi sekarang belum tentu. Ia telah berkeluarga dan memiliki seorang putri, ketika aku berkunjung si suami terkesan menuruti kehendak si istri. Ketika kami goda sang suami menjawab selama dan apabila ia mampu, kenapa tidak. Hal ini memang berbeda dengan si pacar dulu, yang mana si perempuannya yang sering mengalah. Mungkin benar juga kata orang yach, lebih baik dicintai daripada mencinta *sigh*. Tapi keknya paling uenaak mencintai dan dicintai, hehe kalo ini anak SD juga tau.

Aku percaya seseorang sudah diciptakan jodohnya. Dan jodoh nya dipilihkan oleh Tuhan dari kaumnya sendiri. Jadi kalo seseorang baik ya ia akan mendapatkan jodoh yang dari groupnya, yakni orang baik-baik. Sedang kalo pria tukang gombal maka ia akan berjodoh dengan cewek yang suka digombali. Each to their own. Jangan-jangan ceweknya mo nyerap ilmunya nih, untuk dipraktekkan ke si cowok ntar, hehe becanda. Khan banyak tuh kejadian cowok-cowok yang pergi ke lokalisasi dan menjalin hubungan dengan wanita tuna susila dengan maksud main-main. Ternyata malah yang terjadi terlanjur basah, ya sudah jadi serius. Mungkin memang jodoh, kali.

1 komentar:

Please Your Comment